Mobil Pemadam Kebakaran yang Unik

Akhir tahun 2003, Jeritan dan teriakan membangunkan saya di dini hari itu, berdasarkan indera pendengaran saya, telah terjadi kebakaran di suatu tempat, iya benar deretan Ruko (Rumah Toko) di Pasar Kota Maumere itu sedang dilalap si jago merah dengan dahsyat.

 photo imagejpg1_zps7011ce27.jpg

 

Saya langsung keluar rumah sambil melihat apa yang terjadi, tentu panjenengan akan protes kenapa saya nggak ikutan mbantu memadamkan hehe, terlihat jelas api mulai berkobar dari salah satu bangunan ruko di paling ujung.

Saya membuat analisa yang cukup komprehensip (halah) sehingga bisa mengambil kesimpulan bahwa api berasal dari konsleting listrik dimana dapat disaksikan dari berpijarnya nyala api di kabel listrik dekat ruko. Gilanya lagi si api pijar di kabel listrik tadi dengan nggak sopannya, perlahan tapi pasti merambat ke rumah kost saya melalui kabel. Makanya sama bapak kost, saya ditugaskan dengan dibekali dengan se gayung ember air untuk menjaga si jago merah menerobos rumah kami.

Nah akhirnya pertanyaan kenapa saya nggak ikutan membantu memadamkan apinya terjawab ya. Disisi lain, Pak Haji, Bapak kost saya berjuang sepenuh tenaga berusaha mencegah menjalarnya api di kabel listrik dengan cara memutus aliran listrinya dengan bantuan sebuah genter (penggalah).

Api benar-benar nggak bisa diajak kompromi, dari satu bangunan di ujung, kemudian menjalar sebelah menyebelah hinga seluruh ruko mendapat gilirannya. Saya heran, kemana mobil pemadam kebakaran milik pemerintah daerah, bahkan tabung pemadam kebakaran pun nggak ada. Usaha untuk memadamkan api pun seakan sia-sia karena persenjataan yang terbatas.

Sampai matahari mengintip dari peraduannya, barulah sebuah mobil tangki air bersih dengan sopannya menyeruak di kobaran api dan berusaha untuk memadamkan api. Sayang sekali, si jagomerah telah berhasil menjalankan tugasnya dengan sukses, deretan ruko itu tinggal puing-puing berwarna hitam, ruko yang masih cukup baru sebenarnya. Mobil tangki air bersih?

Benar, panjenengan nggak salah baca, yang memadamkan keganasan si jago merah memang mobil tangki air bersih, yang dulu bila kita pengen beli satu tangki air bersih itu seharga Rp. 50.000,- .

Kemana mobil pemadam kebakarannya? Dari info yang saya dapat, dari tujuh kabupaten di daratan Flores (sebelum pemekaran), nggak ada satupun yang punya mobil pemadam kebakaran. Makanya jangan heran bila mobil tangki air bersih Rp. 50.000 an yang mengambil peran sebagai pemadam kebakaran.

Kenapa bisa terlambat? Ya tentu saja mobilnya isi dulu air bersih sesuai pesanan di sumber airnya, nggak pandang bulu apakah itu air bersih untuk cebok atau untuk memadamkan kebakaran.

Photo:Hanya ilustrasi, diambil dari floresbangkit.com

 

This entry was posted in NDONGENG. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *