Episode Gagal Motret

20170827-untitled-6237
Sunset at Barombong Bridge, Makassar

Matahari semakin mendekati ufuk barat ketika saya tiba di sebuah titik dekat Barombong Bridge, dekat Makassar. Setelah memarkir supra fit tua nan bandel, pandangan saya menyapu nyapu mencari tempat enak dan pas untuk menggelar tripod. Setelah sekiranya dapat tempat yang pas, saya pun duduk di sebuah batu besar sambil menunggu sang mentari makin mendekati peraduannya. Setelah sekiranya waktunya sudah pas, saya pun mulai menggelar tripod dan kamera. Akan tetapi, jeng…jeng ( dengan backsound munculnya mak lampir) sekrup di ujung ball head tripod yang menyambungkan kamera hilang. Seketika saya lemas dan pasrah, main long exposure di kamera sesuai kesukaan saya sama sekali nggak dapat dilakukan tanpa tripod. Akhirnya dengan mendongkol saya nyerah meskipun masih berusaha motret alakadarnya. Beginilah setup landscaper tanpa tripod:

Continue reading

Posted in BELAJAR FOTOGRAFI | Leave a comment

Petualangan di Rumah Dinas (Kontraktor the Series)

Bersepeda di Komplek Rumah Dinas

Kontraktor the series, tulisan saya tentang kisah hidup pindah pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Suatu saat ketika masih di madiun kami sekeluarga menghadapi situasi yang biasa dihadapi oleh para pengontrak di seluruh muka bumi ini yaitu kontrakan mau habis. Mengingat waktu yang semakin mepet dan mengingat juga kontrakan kami yang lama ini kondisinya makin memprihatinkan kami bermaksud mencari kontrakan baru. Tiba tiba saja ada yang menawari agar memakai rumah dinas yang lagi kosong. Gayung bersambut saya yang sedang butuh rumah tidak berpikir dua kali untuk menerimanya. Siapa sangka saya yang gedibal ini mendapat kehormatan memakai rumah dinas yang menjadi rebutan para pegawai kantor pajak di manapun berada . Yang kabarnya hanya pejabat dug deng saja yang boleh menempatinya.

Ketika kepastian akan pindah ke rumah dinas ini, para tetangga langsung memberikan info gratis yang menyatakan bahwa lokasi rumah dinas yang bakal saya tempati adalah tempat nya para pocong mengadakan muktamar. Hah, saya yang pada dasarnya penakut mendadak ciut nyali. Bedanya si Mama tampak tenang tenang saja karena membayangkan 9 juta setahun kali beberapa tahun aman sentosa di dalam dompetnya.  😀

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Memotret Kupu-Kupu

_DSF6531
Kupu-Kupu Taman Nasional Bantimurung

Hari Sabtu Wiken kemarin, saya bersama teman-teman seruangan melakukan traveling ke Taman Nasional Bantimurung di Kabupaten Maros. Taman Nasional ini selain terkenal dengan air terjunnya juga terdapat Taman atau museum kupu-kupu. Saya mikir kalau mau motret air terjunnya waktu wiken begini pasti sulit karena banyak pengunjung yang mandi di air terjun.

Saya menuju museum kupu-kupu atau tempat penangkaran kupu-kupunya, ternyata sudah tutup dan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Hingga akhirnya saya mengikuti papan petunjuk yang mengarahkan ke tempat pengamatan kupu-kupu di dekat danau kecil.

_DSF6461
Kupu-kupu Taman Nasional Bantimurung

Ternyata memotret binatang bergerak itu sulit sekali, harus sabar menunggu. Kemudian karena menggunakan bukaan maksimum di lensa mengakibatkan mudah sekali miss fokus. Saya ngincer beberapa kupu-kupu yang memiliki sayap warna warni, tetapi Mbak Kupu-kupu ini nggak mau hinggap barang sejenak pun. Waktu saya cerita kesulitan saya, Si Mama kasih ide buat motret kupu-kupu. Cari saja kupu-kupu warna warni yang diawetkan, kemudian di potret di Daun atau ranting pohon. Wow ide yang sangat brilian…

Pondok Daun,Kota Makassar

Posted in BELAJAR FOTOGRAFI | Leave a comment

Photobucket500

Hampir beberapa minggu blog ini nggak saya tengok karena kesibukan. Padahal memang biasanya begitu 😀 . Memang beberapa ide sempat melintas di kepala tetapi belum sempat dituangkan dalam bentuk tulisan. Akhirnya menghilang tersapu ditiup angin. Namun ketika saya tengok lagi,betapa kagetnya saya ketika foto foto di blog ini tampilannya berubah semua menjadi notifikasi photobucket500. Intinya saya harus membaca term and condition yang digariskan website sharing foto tersebut.

Memang benar, selain flickr foto foto saya selama ini sebagian saya host kan di photobucket. Setelah saya upload disana baru link nya saya taruh disini. Berdasarkan term and condition sekaligus rules photobucket yang saya baca, apa yang saya lakukan ini melanggar  dimana saya dilarang memasang foto di hosting lain pihak ketiga.

Apabila saya tetap berkeras ingin memasangnya saya dibaruskan membayar senilai US$ 399 selama setahun dan kalau dirupiahkan dengan kurs sekarang yang per dollarnya Rp.13.320 maka jadinya saya harus membayar Rp.5,314,680.

Amboy benar nilai uangnya dibandingkan dengan nilai website ini yang hanya blog-blog an ndak mbejaji ini. Wong ada yang baca apa nggak saja saya nggak tahu. Yang penting bisa menuangkan ide-ide dan tulisan biar nggak berkarat di kepala. Kenapa saya (atau mungkin user yang lain) harus membayar sebanyak itu? Ya suka-suka yang punya photobucket lah. Yang bisa saya atau kami hadapi adalah tinggal mau menerima atau tidak.

Akhirnya saya memutuskan untuk memindahkan foto foto tadi ke hosting blog ini sendiri tentu saja dengan menambah sedikit kapasitasnya. Biayanya sangat jauh lebih kecil dibanding harus dibayar ke photobucket. Nggak tau lagi kalau flckr juga menerapkan kebijakan itu, apalagi induk flickr yaitu Yahoo hidupnya juga nggak karuan dijual kesana kemari.

Selamat berpisah photobucket, kerja sama kita hanya cukup sampai disini #halah 😀

23 wita,pondok daun kota makassar

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Nge-trip Sekitar Lebaran 2017

Ranu Gumbolo

Libur lebaran 2017 ini, saya sengaja mengambil cuti dengan menambah seminggu di belakang cuti bersama. Jauh-jauh hari Pak Kepala sudah mewanti wanti agar jumlah pegawai yang cuti di ruangan maksimum hanya 50% dari penghuni ruangan. Setelah diitung-itung dengan yang cuti maupun yang nggak cuti, cukup memenuhi kuota yang digariskan Pak Kepala.

Setelah lebaran yang dihabiskan dengan anjangsana ke rumah famili, berikutnya adalah waktunya mengisi liburan lebaran. Jauh-jauh hari sebelum liburan, saya dan si Mama sudah merencanakan untuk traveling ke Jogya atau di Batu. Biar nggak terlalu capek kami merencanakan untuk menginap. Bahkan saya sudah mulai browsing-browsing hotel dekat dekat Malioboro dan di Kota Batu. Tetapi mendapati kenyataan bahwa Karin masih kecil dan suka capek, takutnya rewel bila diajak bepergian jauh, maka akhirnya kami memutuskan untuk nge-trip track- track pendek di sekitar Tulungagung dan sekitarnya. Toh dia juga belum bisa menikmati liburannya yang sebenarnya.

Sengaja bila pulang kampung, saya memang memutuskan tidak akan hunting foto, terutama nglanscape, karena memerlukan waktu yang cukup banyak. Waktu pulang kampung yang terbatas akan saya habiskan dengan keluarga kecil saya. Saya hanya membawa lensa fix 35 mm yang cukup ringan dan sebatang tongsis.

Berikut sebagian tulisan hasil ngetrip kami sekeluarga, lumayan cuma menghabiskan solar saja, yang penting semua senang. Nge-trip disini bisa juga berarti ngetrip wisata maupun ngetrip kuliner. Bisa juga menjadi tambahan referensi bila panjenengan ingin menghabiskan liburan di obyek wisata seputar Tulungagung dan sekitarnya, wisata alam maupun wisata kuliner Tulungagung. Kami sementara ini menghindari wisata pantai, karena udara pantai sepertinya nggak cocok buat Karin, terakhir ke pantai meskipun hanya di Jalur Lintas Selatan yang posisinya jauh dari laut, dia sepulangnya dari situ terkena demam.

Continue reading

Posted in TRAVELING | Leave a comment

The Runaway Bride ala ala

Hari beranjak menjelang siang, sebentar lagi waktu istirahat makan siang di kantor ketika mata saya masih melotot menekuri layar monitor yang sedang memampang aplikasi sejuta umat besutan Mbah Gates, Microsoft Excell yang legendaris, meneliti kebenaran data yang saya input dengan berkas wp. Tiba-tiba HP Xiaomi Mi4c butut saya menyalak, dengan memampang kontak WA  si Mama di layarnya.

“Yah, aku mau kondangan manten di tetangga, dari rumah agak jauh ketimur sih” Meski kami sedang LDR an kebiasaannya untuk pamit bila keluar rumah masih terbawa.

“Ke rumah siapa?” dia menjawab sambil menyebutkan nama salah satu tetangga.

“Kaka dan Karin tak ajak kok”

“Ya wis hati-hati” balas saya pendek sambil melanjutkan aktivitas tadi sampai waktunya istirahat makan siang.

Sore harinya, sesudah pulang kantor sesampainya di kamar kos saya yang hangat, pakaian kerja pun telah berganti dengan kaos oblong ringan. Mandi? mengko dhisik. Tiba-tiba nama si Mama muncul lagi di layar WA Mi4c saya.

“Yah, bisa telfon?”

Dia tahu kalau saya punya paketan telpon unlimited sak jebole dari salah satu provider seluler. Langsung saja saya cari ikon phone dan mencari nama kontaknya. Sejurus kemudian pun tersambung.

“Pas aku kondangan manten tadi ada yang aneh, dan misterius” dia mengawali ceritanya.

Sugeng midhangetaken carios candhakipun…

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Traveling dengan Kereta ke Jakarta

Waktu itu saya sedang dalam perjalanan mudik rutin dua mingguan ketika secara mendadak turun perintah untuk tugas ke kantor pusat pengumpul pajak di Jakarta. Sebagai buruh yang dikon ngalor ya ngalor dikon ngidul ya ngidul, tentu perintah ini nggak bisa ditolak. Karena posisi sudah di kampung, akhirnya saya memilih transportasi menggunakan kereta api untuk mencapai Jakarta. Saya pilih kereta api eksekutif Gajayana karena hanya itu kereta paling nyaman yang melalui kota Tulungagung yang permai ini.

Tiket menunjukkan waktu keberangkatan pukul 15.52 amboi ada angka sakti dua, tiket pesawat saja nggak ada waktu dengan bilangan seperti itu. Saya pun telah siap di stasiun Tulungagung setengah jam sebelumnya. Dimana sebelumnya sempat melakukan print out boarding pass dengan memasukkan kode booking yang saya peroleh waktu beli online via aplikasi di hp android. Stasiun kereta merupakan tempat yang sangat nyaman dan bersih, ruang tunggu bak bandara internasional dengan aroma restoran khas bandara yang bertebaran disitu.

Ini stasiun kota kecil bung.

Continue reading

Posted in TRAVELING | Leave a comment

Traveling dengan Angkutan Online

Akhirnya setelah eror, blog nya bener juga. Erornya sudah lama, tetapi karena banyak kerjaan jatuh tempo, jadinya agak terbengkalai. Beberapa tulisan ini draftnya sudah jadi lama, tetapi karena blog nya eror baru dipost sekarang. Berikut diantaranya…

Beberapa hari terakhir ruang penglihatan dan pendengaran kita dipenuhi oleh hiruk yang mempikuk tentang terjadinya konflik antara angkutan online dan sistem yang konvensional. Konflik bahkan diwarnai dengan bentrokan dan kekerasan menjurus tawuran massal. Sebagai traveller rutin, tentu saja saya selalu menggunakan berbagai moda akngutan transportasi konvensional. Taksi, ojek bus dsb. Berbagai pengalaman pernah saya temui. misalnya ngetem, sikap sopirnya yang kasar ataupun menentukan tarif seenak jidat sndiri yang karena butuh dan kepepet mau nggak mau tetep harus diterima. Istilah argo kuda.

Pernah suatu kali saya menuju Bandara Sultan Hasanudin pagi-pagi. Belum terlalu ramai lalu lintas, brand taksi langganan pun belum satupun kelihatan. Hingga akhirnya dari kejauhan terdapat sebuah taksi yang mendekat, setelah saya berhentikan, pintu dibuka. Apa lacur, ternyata di dalam sudah ada penumpangnya. Karena saya kepepet dan butuh, mau nggak mau saya tetap naik. Apakah dengan begitu ongkos akan dibagi dua dengan penumpang satunya, ternyata saya tetap membayar penuh.

Bagaimana dengan angkutan online yang sedang booming ini?

Continue reading

Posted in TRAVELING | Leave a comment

Lounge Bandara dan Kenorakan Saya

Salah satu problem saya sebagai seorang traveller tetap yaitu makanan . Traveler tetap maksudnya rutenya tetap, yaitu rute mudik dan balik. Kalau disempatkan makan sebelum ke bandara,belum juga sampai naik pesawat sudah lapar lagi. Kalau makan di bandara mahalnya minta ampun. Harganya bisa empat kali lipat. Sebagai traveler budget, selisih hargnya bisa untuk pengeluaran lain misalnya taksi. Bila membawa bekal, ribetnya minta ampun. Paling simpel memang makan di bandara sambil menunggu waktu boarding.

Mendengar keluh kesah saya, seorang teman nyeletuk.

“Kamu punya kartu kredit kan?”

“Iya punya”

“Kenapa nggak kamu manfaatkan saja fasilitasnya. Salah satu fasilitasnya kan bisa makan sepuasnya di lounge bandara dengan charge bisa dikatakan free.”

Ah masa sih. Saya memang punya kartu kredit, meskipun dapatnya juga nggak sengaja. Ceritanya si Mama iseng iseng isi permohonan kartu member di sebuah   perbelanjaan biar kalo belanja banyak promo dan diskon, gitu katanya. Kodrat alami makhluk bernama perempuan. ternyata yang dimasukkan waktu mengisi databasenya adalah KTP saya. Nggak tahunya yang dikirim ke rumah adalah kartu kredit bukan kartu diskon, ya sudah kepalang basah kartu kredit itu saya pakai hingga sekarang.

Continue reading

Posted in TRAVELING | 1 Comment

Bukan Review Film : The Nekad Traveller

Hari minggu menjelang siang, kursi-kursi antrian amnesti pajak mulai sepi, hanya sesekali terdengar senda gurau dan gelak tawa teman petugas lembur di hari libur ini. Saya masih menekuri layar PC setengah jadul sambil membaca beberapa artikel yang nggak terlalu penting. Tiba-tiba saja, teman lembur sekaligus teman main saya, beliau biasa kami panggil Pak Uban nyeletuk dari sisi komputer di ujung meja.

“Habis lembur, acara kita ngapain dan kemana”, sambil bergumam antara ada dan tiada.

Sebagai jomblo lokal yang nggak mudik, menghabiskan libur weekend adalah sesuatu yang sulit, hari jadi terasa lama sambil menunggu weekend berikutnya untuk pulang. Biasanya weekend begini, saya habiskan untuk mblasak motret. Ah, tiba-tiba saya teringat trailer film terbaru Maudy Ayunda yang berjudul The Nekad Traveller, yang diambil dari buku seorang traveller, Trinity “The Naked Traveller” yang sekilas saya tonton di Youtube kemarin.

Seketika saya tengok Pak Uban :”Kita nonton saja”

Continue reading

Posted in FILM | Leave a comment