Bali terkenal, itu panjenengan pasti juga udah tau. Karena wisata dunia, budaya barat cukup lekat dengannya. berikut secuil yang dapat saya rekam buat panjenengan semua Beberapa waktu yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk tugas yang kebetulan lokasinya ada di pulau dewata,bali.
Pulau Bali sebenarnya sudah nggak asing lagi bagi saya karena beberapa kali tugas kesana,terutama pada saat saya masih bertugas di wilayah Nusa Tenggara Timur dulu. Kalau nggak salah,terakhir kesana sekitar tahun 2005.Karena sudah cukup lama nggak kesana, saya cukup ngeri juga, bingung takut nyasar (halah) . Perjalanan dari Surabaya cukup lancar dengan Wings Air baling-baling bambu. Setiba di Bandara Internasional Ngurah Rai,ternyata sudah banyak berubah,apa saya yang lupa?
Transaksi dengan sopir taksi cukup lancar,ternyata modalnya hanya pede. Si Bli meski tampangnya sangar,ternyata cukup ramah. Setelah mengetahui saya seorang birokrat yang ditugaskan kantor, si Bli langsung semangat cerita kalau dia banyak mengantarkan pejabat-pejabat yang berkunjung ke Bali.
Ternyata kata si Bli ini nggak jauh-jauh dari wisata gituan alias persyahwatan. Akhirnya sepanjang jalanan Kota Denpasar si Bli ini jadi semacam guide yang menunjukkan tempat-tempat memuaskan nafsu. Misalnya pas taksi lewat sebuah salon, dia langsung nunjuk tarifnya berapa, bisa ngapain aja. Ada juga yang crew salon kalo nggak dipancing dulu, nggak akan mau.
Kata si Bli, itu perlu keahlian khusus. Panti pijat ini maunya gaya gini, yang satu lagi lain lagi gayanya. Pas taksi berhenti depan sebuah diskotik karena macet, si Bli bilang “Noh, itu ceweknya yang lagi jalan itu bisa, tapi kamar bayar sendiri””Dua-duanya, Bli?” Kata saya.”Iya lah, Mas””Saya, abis nganter situ, mau nyoba ke salon yang tadi,beberapa kali kesana servisnya bagus””Servis apaan bli, servis sepeda motor?” Kata saya.Dan si Bli pun makin semangat menjelaskan dengan detil apa yang udah dia lakukan disitu. Gilaa, sayapun makin galau, mana bakalan lebih dari 2 minggu jauh dari istri.
(Bersambung).

