Step by Step Isi SPT Tahunan PPh Badan (2)

Setelah post sebelumnya ini tuntas di form lampiran I yang antara lain mengisi peredaran usaha, biaya usaha dan lain-lain, selanjutnya kita beralih ke formulir induk atau halaman depan. Oke kita lanjut :
 photo image_zps24f543f7.jpg

1. Penghasilan Netto Fiskal

Ambil angka penghasilan netto fiskal di poin terakhir post sebelumnya.

2. Kompensasi kerugian
Kompensasi kerugian ini diperoleh dari kerugian fiskal di tahun-tahun sebelumnya. Bisa saja meski panjenengan tahun sebelumnya mengalami kerugian, tetapi tidak ingin mencantumkan di SPT PPh Badan tahun ini, tidak mengapa.

3. Penghasilan Kena Pajak
Panjenengan kurangi Penghasilan Netto di poin satu dengan kompensasi kerugian (bila ada).

4. Pajak Terutang
 photo image_zps9b48303d.jpg

Diperoleh dengan mengalikan tarif Pasal 17 Undang-Undang PPh, asumsinya panjenengan sudah paham dengan pedoman penarifannya. Kita bahas lebih dalam di post lainnya.

5. Kredit Pajak
 photo image_zpsceccd018.jpg

a. Kredit Pajak Dalam Negeri merupakan pajak-pajak panjenengan yang telah dipotong/dipungut pihak lain, misalnya PPh 23 dan PPh 22
b. Kredit Pajak Luar Negeri yaitu kredit pajak luar negeri, jadi kalau panjenengan punya pajak yang dipotong/dipungut di luar negeri, bisa dikurangkan dari PPh yang terutang.

6. Pajak yang harus dibayar sendiri.
 photo image_zpsd4c6cc43.jpg

Pengurangan pajak terutang dengan Kredit Pajak menghasilkan Pajak kurang/lebih dibayar.
Kurangkan lagi dengan pajak yang panjenengan bayar sendiri, terdiri dari PPh 25 (angsuran bulanan), STP PPh 25 yang merupakan tagihan kepada panjenengan, jangan lupa cantumkan pokok pajaknya saja.

7. Pajak Lebih Bayar atau Kurang Bayar
 photo image_zpsa8690eb0.jpg

Hasil pengurangan antara Pajak harus dibayar sendiri dengan kredit pajak (pajak pasal 25 angsurat/STP Pokok pajak) menghasilkan pajak kurang bayar, pajak lebih bayar ataunihil. Kalau hasilnya minus, artinya lebih bayar untuk direstitusikan dan panjenengan akan berkenalan dengan pemeriksa pajak yang akan memeriksa perusahaan panjenengan.

Kalau hasilnya plus,panjenengan bayar nilai tersebut dengan SSP ke bank atau kantor pos.

Kalau hasilnya nol,brarti nihil. Panjenengan tinggal laporkan saja ke kantor pajak terdekat.

8. Penghitungan pajak pasal 25 tahun berjalan
 photo image_zpse377d620.jpg

Oke sekarang kita lanjut ke penghitungan PPh pasal 25 yang harus dibayar tahun depan. PPh Pasal 25 ini merupakan Pajak angsuran yang dibayar tiap bulan. Dasarnya adalah pajak terutang yang panjenengan isi di SPT Tahunan ini dibagi dua belas.

9. Formulir yang harus dilampirkan dan box tanda tangan, disertai dengan cap/stempel perusahaan jangan lupa.
Photobucket Pictures, Images and Photos

10. Sekarang kita beralih ke lampiran-lampiran pendukung berikutnya.
Photobucket Pictures, Images and Photos

Merupakan lampiran yang digunakan tempat mencantumkan detail detail Harga Pokok Pembelian misalnya,Pembelian, Persediaan awal,Persediaan Akhir.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Tempat mencantumkan biaya lainnya, misalnya sewa,bunga,gaji,biaya lain-lain.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Mencantumkan biaya di luar usaha pokok,misalnya terdapat keuntungan selisih kurs, pendapatan bunga bank dsb.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Kredit pajak ini merupakan bukti potong yang panjenengan terima selama setahun,misalnya panjenengan mendapat bukti potong PPh 22 atau PPh 23.

Oke,sebenarnya masih ada lampiran yang belum saya jelaskan,tapi saya pikir tutorial ini sudah cukup memadai
Akhirnya selamat mengisi,semoga tutorial yang saya buat tidak malah membuat panjenengan makin pusing he he

Twitter:@denbei10

Posted in PAJAK | 5 Comments

Pulau Bali, Wisata Syahwat? (2)

 photo image_zps41088e88.jpg

Masih di seputaran pulau Bali,masih dalam rangka perjalanan dinas saya tentu saja. Suatu sore, setelah lelah menjalani kegiatan kantor yang padat.

Tiba-tiba seorang kawan menggamit pundak,”Yuk,mumpung masih di bali, mosok mo ngendon di Kamar?””Nengdi,Mas?” Kata saya. Memang orang jawa itu kurang ajar, dimanapun tempatnya, kalo sudah ketemu sesama jawa, pasti ngomongnya udah kaya di kampungnya sendiri.”Ayolah, ndilok Bule adus”

Akhirnya yang ikut malah nggak hanya kita, jadi malah berenam. Diputuskan kita naik taksi, sedangkan yang lain nyewa motor. Mungkin karena sudah sering ke Bali, sudah hapal jalan-jalannya,lha memang asal kantornya, teman yang nekat naik motor tadi dari Banyuwangi, pergi ke Bali udah ibarat pergi ke toilet. Lha kalau saya, mewah bo'.

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Pulau Dewata,Wisata Syahwat? (1)

 photo senjakuta.jpg

Bali terkenal, itu panjenengan pasti juga udah tau. Karena wisata dunia, budaya barat cukup lekat dengannya. berikut secuil yang dapat saya rekam buat panjenengan semua Beberapa waktu yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk tugas yang kebetulan lokasinya ada di pulau dewata,bali.

Pulau Bali sebenarnya sudah nggak asing lagi bagi saya karena beberapa kali tugas kesana,terutama pada saat saya masih bertugas di wilayah Nusa Tenggara Timur dulu. Kalau nggak salah,terakhir kesana sekitar tahun 2005.Karena sudah cukup lama nggak kesana, saya cukup ngeri juga, bingung takut nyasar (halah) . Perjalanan dari Surabaya cukup lancar dengan Wings Air baling-baling bambu. Setiba di Bandara Internasional Ngurah Rai,ternyata sudah banyak berubah,apa saya yang lupa?

Transaksi dengan sopir taksi cukup lancar,ternyata modalnya hanya pede. Si Bli meski tampangnya sangar,ternyata cukup ramah. Setelah mengetahui saya seorang birokrat yang ditugaskan kantor, si Bli langsung semangat cerita kalau dia banyak mengantarkan pejabat-pejabat yang berkunjung ke Bali.

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Harta Karun Terpendam di Tulungagung Selatan

Suatu ketika saya berkenalan dengan seorang kawan. Hobi saya yang travelling membuat saya bisa berkenalan dengan banyak orang. Siapa tahu,panjenengan suatu saat bisa berkenalan dengan saya (mang siapa saya hehe). Setelah berbasa basi secukupnyaa beliau ini menanyakan tempat asal saya. Ternyata mas ini cukup familier dengan tempat asal saya,Tulungagung. Ada kisah yg cukup menarik. Sebut saja Mas Tuki, pernah bekerja di pantai selatan Tulungagung.Mas Tuki ini bergerak di bidang pertambangan bijih besi.

Cukup mengejutkan bagi saya,ternyata tempat asal saya ini menyimpan potensi bijih besi kualitas ekspor.Mas Tuki ini mendapat konsesi untuk mengekspor bijih besi kalau nggak salah ke Australia.Tahap awal set up field tambang udah dilakuin,hasil uji lab yang menunjukkan kualifikasi bijih besi sudah ok. Hanya satu yang belum,ijin dari DPR Kabupaten.

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment