Lounge Bandara dan Kenorakan Saya

Salah satu problem saya sebagai seorang traveller tetap yaitu makanan . Traveler tetap maksudnya rutenya tetap, yaitu rute mudik dan balik. Kalau disempatkan makan sebelum ke bandara,belum juga sampai naik pesawat sudah lapar lagi. Kalau makan di bandara mahalnya minta ampun. Harganya bisa empat kali lipat. Sebagai traveler budget, selisih hargnya bisa untuk pengeluaran lain misalnya taksi. Bila membawa bekal, ribetnya minta ampun. Paling simpel memang makan di bandara sambil menunggu waktu boarding.

Mendengar keluh kesah saya, seorang teman nyeletuk.

“Kamu punya kartu kredit kan?”

“Iya punya”

“Kenapa nggak kamu manfaatkan saja fasilitasnya. Salah satu fasilitasnya kan bisa makan sepuasnya di lounge bandara dengan charge bisa dikatakan free.”

Ah masa sih. Saya memang punya kartu kredit, meskipun dapatnya juga nggak sengaja. Ceritanya si Mama iseng iseng isi permohonan kartu member di sebuah   perbelanjaan biar kalo belanja banyak promo dan diskon, gitu katanya. Kodrat alami makhluk bernama perempuan. ternyata yang dimasukkan waktu mengisi databasenya adalah KTP saya. Nggak tahunya yang dikirim ke rumah adalah kartu kredit bukan kartu diskon, ya sudah kepalang basah kartu kredit itu saya pakai hingga sekarang.

Continue reading

Posted in TRAVELING | 1 Comment

Bukan Review Film : The Nekad Traveller

Hari minggu menjelang siang, kursi-kursi antrian amnesti pajak mulai sepi, hanya sesekali terdengar senda gurau dan gelak tawa teman petugas lembur di hari libur ini. Saya masih menekuri layar PC setengah jadul sambil membaca beberapa artikel yang nggak terlalu penting. Tiba-tiba saja, teman lembur sekaligus teman main saya, beliau biasa kami panggil Pak Uban nyeletuk dari sisi komputer di ujung meja.

“Habis lembur, acara kita ngapain dan kemana”, sambil bergumam antara ada dan tiada.

Sebagai jomblo lokal yang nggak mudik, menghabiskan libur weekend adalah sesuatu yang sulit, hari jadi terasa lama sambil menunggu weekend berikutnya untuk pulang. Biasanya weekend begini, saya habiskan untuk mblasak motret. Ah, tiba-tiba saya teringat trailer film terbaru Maudy Ayunda yang berjudul The Nekad Traveller, yang diambil dari buku seorang traveller, Trinity “The Naked Traveller” yang sekilas saya tonton di Youtube kemarin.

Seketika saya tengok Pak Uban :”Kita nonton saja”

Continue reading

Posted in FILM | Leave a comment

Sunat : The Chronicle

Menunggu, suatu hal sangat menjemukan dan bisa menjadi sangat menyeramkan. berkali-kali pandangan saya menyapu-nyapu ke sebuah pintu sambil menebak-nebak apa yang akan terjadi setelah ini.Pintu berwarna putih itu seperti sangat menyeramkan, bagaikan sebuah pintu menuju lorong kematian. Keringat dingin mulai membasahi kening, tangan mulai terasa dingin. saya seperti duduk diatas bara api. Kemuadian Saya pun melihat sekeliling, ternyata hanya saya yang mengalami kecemasan, bapak dan para kerabatnya justru tertawa tawa bersenda gurau tidak lupa kepulan asap rokok yang tidak ada hentinya. mereka seperti tidak menghiraukan jantu ng saya yang bagaikan berdentangan tak ada hentinya. Terjawablah mengapa mereka berlaku seperti itu karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan (oleh mereka). Saya sedang menghadapi sebuah fase penting dalam hidup saya. Saya sedang menunggu panggilan dari balik pintu untuk melakukan ritual : disunat.

Masa paling penting bagi setiap pria di muka bumi terutama yang mulai memasuki akhil balik, syarat untuk masuk menjadi pemeluk agama islam yang sah adalah melakukan ritual khitan. Khitan adalahmemotong kulup (kulit) yang menutupi ujung zakar kemaluan laki-laki adalah salah satu tindakan yang disyariatkan dalam Islam terutama karena sunat (Inggris, circumcision) itu mempermudah seorang muslim untuk mensucikan diri dari najis. Sedangkan suci dari najis menjadi prasyarat utama untuk sahnya salat.

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Tips Barang Hilang di Bandara

Bandara Sultan Hasanuddin

Hari Jumat, hari mudik adalah hari paling riang dan paling ditunggu oleh saya dan para perantau pencari sesuap nasi lainnya. Harusnya saat ini saya sudah duduk manis di ruang tunggu bandara Sultan Hasanudin Makassar yang megah, tetapi ternyata saya masih meringkuk disini. Kantor perwakilan PT. Angkasa Pura di Bandar Udara Sultan Hasanudin Makassar cukup ramai dengan lalu lalang petugas tidak sebanding dengan ukurannya, saya duduk termangu di salah satu sudut ruangan yang agak sempit itu.

Spontan, perhatian saya teralihkan ketika Salah satu mbak Petugas menjerit “Buruan 5 menit harus sudah kesini” sambil tersenyum jenaka. Suara itu membetot perhatian saya karena apa yang dijeritkan itu ada hubungannya dengan ringkukkan saya di ruangan sempit ini.

Bagaimana bisa saya nyasar di kantor ini, padahal ini adalah waktunya saya beranjak ke ruang tunggu setelah melalui proses check in untuk  boarding sebelum flight ke Surabaya. Ceritanya berawal dari sebuah pesan WA dari kawan lama saya. Kawan lama saya ini satu minggu yang lalu dinas ke kota Makassar. Kawan lama yang merupakan kawan kuliah juga yang baru pertama kali bertemu setelah kita semua lulus kuliah dan ditempatkan di seluruh penjuru negeri.

Pesannya adalah minta tolong mencarikan tas milik kawan seperjalanannya yang kemungkinan ketinggalan di counter x-ray bandara satu minggu yang lalu. Tentu saya menyanggupi dengan senang hati meskipun ada sedikit pesimisme berbisik di hati. Apa ya masih ada barang itu seandainya memang benar-benar ketinggalan, toh kejadiannya seminggu yang lalu.

Continue reading

Posted in TRAVELING | Leave a comment

Tombol Send, Surga atau Neraka

Sebuah kabar berita melintas di timeline facebook saya, seorang user twitter sowan meminta maaf kepada ulama senior dan sepuh, KH. Mustofa Bisri karena telah berhasil memaki cuitan Pak Kyai dengan kata-kata frontal “Ndasmu”. Kemudian di unggah pula screenshoot hujatan seorang ibu-ibu juga kepada cuitan Pak Kyai melalui media facebook.

Jagat dunia maya benar-benar telah mengalahkan jagat nyata. Seperti contoh hujatan pada Kyai Mustofa Bisri tadi, dia bisa begitu jumawa oleh sebab alasan klasik karena kalut dengan masalah pekerjaannya dan yang ibu-ibu facebook sedang mengalami masalah keluarga, karena suaminya jarang pulang.

Apabila panjenengan sedang mengalami dunia yang sumpek, kalut kikuk pengin makan sendal, menjauhlah dari tombol send sosial media karena apapun informasi yang terdapat di time line, dan kita berseberangan pendapat dengan infromasi tersebut, tentu kita akan membuat status, cuitan untuk menanggapi yang menurutkan emosi karena tertutupinya hati yang bening oleh kekalutan masalah tadi. Hanya penyesalan yang tersisa  setelah tombol send dipencet.

Continue reading

Posted in ANGEN2 | Leave a comment

Kesejukan di Tengah Terik Makassar

Bila ingin menikmati sejenak sifat asli anak manusia, merayaplah ke jalan raya (quote by denbei.info 2016 -halah-)

Prolog diatas cocok untuk menggambarkan betapa jalanan sudah menjadi tontonan keganasan, egoisme dan hukum rimba buas di jaman modern ini. Beberapa waktu tinggal dan mencari sesuap nasi di Kota Makassar yang panas, juga kadang menampakkan wajah yang sinis, saya sedikit banyak bisa memahami banyak hal unik selain bahasa dan kulinernya tentu saja. Sedikit contoh  yang saya alami setiap hari adalah kondisi lalu lintasnya. Seperti kota besar lainnya, macet adalah ciri khas utama dari sebuah kota besar.

Tetapi terdapat kekhususan dari kondisi lalu lintas di kota ini. Saya mengalami setiap hari, lalu lintasnya sangat semrawut dan krodit. Apalagi di jam-jam sibuk dan pulang kantor. Saling serobot saling potong jalur sudah amat biasa disini. Seakan, menyerobot jalur  merupakan sebagian dari iman. Bila panjenengan mau belok ke kanan tentu panjenengan harus berada di jalur kanan.  Tetapi harap diingat banyak kejadian pas kita mau belok posisi kita dipotong secara tiba-tiba oleh pengendara yang mau belok ke kiri, lah dia malah berada di jalur kanan juga.

Continue reading

Posted in NDONGENG | 2 Comments

Simbologi Budaya Jawa (2)

DSC_0156
Alun-Alun Madiun

Suatu ketika, akhir bulan ketiga tahun ini, meja peneliti dan helpdesk SPT Tahunan terlihat  lengang, cukup waktu untuk saya menekuri Sony Experia C yang tampangnya sudah amburadul. Saya melirik partner peneliti di ujung meja seberang, juga sedang menatap kosong deretan kursi antrian yang disediakan untuk wajib pajak. Semoga, pikirannya bukan melayang memikirkan target extra effort yang masih jauh panggang dari api. Tidak seperti biasanya bulan-bulan ini yang merupakan waktu memdekati akhir masa pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dimana  kebiasaan orang Indonesia adalah melaporkan di saat-saat akhir.

Ditengah keasyikan saya menekuri HP, tiba tiba saja tanpa saya ketahui dari mana datangnya, muncul di depan saya seorang bapak-bapak berpakaian keki khas uniform pegawai Pemda. Saya sedikit mengerutkan dahi, profil bapak ini agak jauh dari bayangan seorang PNS. Sosoknya bisa dibilang nyentrik dan nyeniman, agak lusuh, dengan kumis dan jenggot panjang nggak beraturan serta memiliki rambut gondrong yang diikat ekor kuda. Wow, jauh dari profil seorang PNS yang untuk potongan rambut saja diatur. Saya kok malah membayangkan seorang penyanyi, Pak Sawung Jabo berpakaian ala pegawai Pemda.

Continue reading

Posted in ANGEN2 | Leave a comment

Seringai Wajah Drakula

Sebagai buruh negara, oleh negara yang mempekerjakan, saya diberikan berbagai fasilitas diantaranya adalah asuransi kesehatan untuk saya dan seluruh anggota keluarga. Dahulu bernama asuransi kesehatan (Askes) yang sekarang malih rupo jadi BPJS Kesehatan. Askes ini merupakan asuransi kesehatan yang sudah melegenda sebagai asuransi monopoli buat Pegawai Negeri Sipil semenjak bapak dan ibu saya masih sebagai PNS aktif. Perubahan BPJS kesehatan ini membuat lembaga asuransi ini melayani seluruh warga masyarakat tanpa kecuali.

Bila bersentuhan dengan asuransi, saya memiliki pengalaman yang sedikit ngenes. Medio akhir 2001, saya telah menyelesaikan kuliah yang sangat melelahkan dan menyiksa, menyiksa karena hampir dua pertiga waktu pendidikan saya habiskan dengan kuliah dan menahan rasa sakit. Awal mulanya adalah saya  mendapatkan cedera waktu bermain sepak bola di lapangan kampus. Ingat, dahulu saya adalah seorang deep lying playmaker handal (halah). Cedera yang meskipun terasa sakit tapi saya abaikan hingga ternyata menjadi cedera kronis. Sehingga nggak heran bila sehari sesampainya di rumah setelah kepulangan dinyatakan lulus kuliah, saya terkapar tidak berdaya.

Saya menyusuri lorong-lorong panjang RSUD dr. Soetomo Surabaya dengan merayap. Kenapa merayap karena untuk duduk saja harus menahan sakit apalagi harus berjalan. Diagnosis awal menyebutkan saya harus menjalani perawatan intensif  dengan biaya yang nggak sedikit. Untunglah waktu itu ibu saya membawa kartu Askes punya bapak karena masih dalam tanggungan. Hanya saja kami harus melapor dulu ke bagian askes.

Continue reading

Posted in NDONGENG | 2 Comments

Kisah Pencarian : Jodoh Harus Dijemput (2)

Berikut ini merupakan kisah sambungan dari pencarian seorang wanita dalam mencari lelaki pujaannya alias jodohnya, hal yang cukup tabu di kalangan masyarakat kita. Sugeng Midangetaken…

Tanggapan pertama tentu saja kaget, kenapa ada seorang wanita yang terang-terangan mencari pria. Tetapi naluri seorang ibu lebih mendominasi perasaannya sehingga menerima dengan baik dan ramah kedatangannya. Mbak Mie bertandang lebih dari sekali, sehingga semakin akrab dengan keluarga pria idamannya, terutama dengan ibu dan kakak perempuannya.

Sampai disini, Mbak Mie sama sekali belum pernah bertemu dengan sang pria. Disinilah strategi brilian Mbak Mie, dengan tidak mendekati sang pria tetapi mendekati keluarganya. Maksud dan tujuan Mbak Mie mendapatkan sambutan hangat dari keluarga.

Continue reading

Posted in NDONGENG | Leave a comment

Nge-Trip Foto : Negeri di Atas Awan

Tongkonan Lempe, Tana Toraja

 

Kantor saya punya group jalan-jalan alias traveling dengan anggota group sebagian besar adalah para bulok alias bujang lokal yaitu status bujangannya hanya di tempat kerja saja. Traveling ini salah satu cara untuk membunuh waktu bila tidak pulang menjenguk keluarga nun jauh disana. Anggota yang lain adalah para jomblo mania tulen. Namanya Makassar Selatan Travelling Comunity.

Group traveling di kantor saya merencanakan trip ke Kab Tana Toraja, salah satu spot wisata terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Trip utama direncanakan ke daerah yang lagi nge-hit yaitu di Negeri di Atas Awan. Kata teman anggota group, ada beberapa spot negeri di atas awan yang akan dikunjungi.

Continue reading

Posted in TRAVELING | Leave a comment